Terhimpit gedung megah berdiri
Banyak jiwa berteduh di sini
Ramai manusia tak sadar diri
Tanah kosong korbankan sisi
Menumpuk bau sombong meninggi
Menggunung indah di permukaan ini
Bau itu yang mudah terurai
Bau ini yang tak mudah terurai
Terhanyut basah di keruh sungai
Airnya buram tak bersih lagi
Menggayung air dipakai mandi
Menimba air dipakai mencuci
Saat tak sempat mengalir lagi
Berteman akrab limbah beriring
Apa daya merendam kaki
Selamatkan kami selamatkan bumi
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Juli 2011
Minggu, 10 Juli 2011
Masih Tetap Membaca
Duduk membaca di hamparan bunga abadi
Bermalasan dimanja semilir angin
Pesona alam membentang mendidik
Tidak terasa waktu berganti
Balik lembaran sempat berhenti
Menghafal jauh dari mengerti
Bimbang hati jauh diulangi
Bukan betah duduk berdiam diri
Sudah bosan belum layak berdiri
Lusuh buku tak kunjung pahami
Lembar demi lembar ada saja yang diulangi
Bermalasan dimanja semilir angin
Pesona alam membentang mendidik
Tidak terasa waktu berganti
Balik lembaran sempat berhenti
Menghafal jauh dari mengerti
Bimbang hati jauh diulangi
Bukan betah duduk berdiam diri
Sudah bosan belum layak berdiri
Lusuh buku tak kunjung pahami
Lembar demi lembar ada saja yang diulangi
Selasa, 28 Juni 2011
Tanya Saja
Ada dosa dalam prasangka
Duga baik saja cukup
Jika masih usik hati
Tanya saja yang benar
Puas saja dengan sajaknya
Jika tak lugas dan tak jujur
Itu urusan dia dengan tuannya
Tak perlu repot kau atur nafas
Karena tuan kita ajarkan lugas dan jujur
Duga baik saja cukup
Jika masih usik hati
Tanya saja yang benar
Puas saja dengan sajaknya
Jika tak lugas dan tak jujur
Itu urusan dia dengan tuannya
Tak perlu repot kau atur nafas
Karena tuan kita ajarkan lugas dan jujur
Sama
Kita sudah menukar hati dan perasaan
Untuk saat ini itu saja
Belum masanya untuk ditambah
Tidak sepantasnya jika dikurang
Coklat manis di lidah kau rasakan
Sungguh coklat pula yang ku jilati
Kita sudah rasakan hal yang sama
Tetaplah selalu seperti itu adanya
Untuk saat ini itu saja
Belum masanya untuk ditambah
Tidak sepantasnya jika dikurang
Coklat manis di lidah kau rasakan
Sungguh coklat pula yang ku jilati
Kita sudah rasakan hal yang sama
Tetaplah selalu seperti itu adanya
Senin, 20 Juni 2011
Seikat Rindu Terbelenggu Atas Nama Mu
Seikat rindu terbelenggu atas nama mu
Letup asmara hangat menderu
Hanya aku hanya kamu
Tidak sekedar masa lalu
Bercumbu selisih jarak dan waktu
Ikhlas dan sabar adalah penentu
Langganan:
Postingan (Atom)