Laman

Tampilkan postingan dengan label Surat Untuk Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Untuk Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Review Lollypop Love






Maaf reviewnya lama. Alhamdulillah ketika saya menulis ini dalam kondisi sehat, waras
dan larut dalam rasa cinta, cuma mulut aja sih yang agak dilalerin.
Tenang.. tidak ada yang perlu dikhawatirkan

Bacalah "Lollypop Love" ini dengan rasa cinta..
Untuk cinta, dari cinta dan oleh cinta..

"Lollypop Love" ini hadir dalam ketegasan cinta, kelugasan bahasa dan kejelasan alur cerita sehingga mampu mempermudah saya dalam melihat akhir lembaran halaman buku. 5 jempol (2 jempol tangan, 2 jempol jari dan 1 jempol lagi saya pinjem dari gajah) untuk ibu-ibu PKK yang menulis buku ini.

Oh iya mengenai deskripsi detail soal background tempat, setting waktu, gerak dan mimik tokoh karakter kemana ya bu?

Cerita terakhir di buku ini membuat saya sangat marah. Serius! permasalahannya saya gak biasa dipanggil "Putra", Galuh aj ya. Saya khawatir nanti panggilan "Putra" itu nanti dipendekkan menjadi "Puput", cukup... cukup ketiga begundal kampung itu saja yang panggil saya "Puput"....

Untuk Atiqoh Hasan&Anindhita Rustiyan

Tetap Semangat...
Tetap Menulis...
Ini adalah romantisme jemari kalian

Salam...

Ciputat, Selasa pagi, 06-03-2012..

Selasa, 27 Desember 2011

Patahkanlah hatimu. Sama seperti kamu mematahkan jari-jari tanganmu kemarin

Bangun...
Sadar...

Ini bukanlah sebuah keputusasaan, ini bukanlah menyerah dalam perjuangan, ini adalah sebuah kesadaran untuk bisa melihat kenyataan. Dia tidak lagi menginginkanmu, dia tidak lagi mengharapkanmu, dia tidak lagi menyukaimu dan pastinya dia sudah melupakan cinta yang pernah kalian genggam

Sadarlah...
Kamu tidak seperti apa yang dia inginkan

Bangunlah...
Kamu tidak seperti apa yang dia butuhkan

Bukankah kamu sudah bisa mematahkan jari-jari tanganmu sendiri,
kamu harus bisa mematahkan hatimu sendiri.

Rabu, 28 Desember 2011

Jumat, 18 November 2011

mimpi, harapan, doa, usaha, sabar, ikhlas dan syukur (1)

Ciputat, sabtu 19 oktober 2011

Jikalau telah datang waktu yg dinanti
Kupasti bahagiakan dirimu seorang
Kuharap dikau sabar menunggu
Berilah daku waktu tuk wujudkan semua
Janji ini untukkmu ku tak akan lupa
Kuharap dikau sabar menunggu
Kupasti akan datang untukmu

......

Dikalau telah datang waktu yg dinanti
Kupasti bahagiakan dirimu seorang
Kuharap dikau sabar menunggu
kupasti akan datang untukmu
Kuharap dikau sabar tuk menungguku

iya ini lagunya Naif, judulnya ''jikalau'' yg kudengarkan pagi ini sambil melihat wajahmu di monitor komputer bapuk dengan ukuran 14 inchi.. Membayangkan hari esok saat kita bisa bahagia bersama, menjalani hidup dengan kesederhanaan dan apa adanya. Menikmati alam dan udara gunung yg kita daki, sambil terus bersyukur kepadaNYA. Ketika kamu sudah lelah mendaki, aku akan menggendongmu sampai ke puncak..

Kamis, 21 Juli 2011

Dear lovely

Terima kasih sayang kamu sudah mau jujur padaku kemarin. Tapi sepertinya aku tidak peduli dengan isi hatimu saat ini, karena perasaanku padamu tak pernah berubah. Rasa sayangku, cintaku, peduliku padamu tidak mengharapkan balasan, aku tulus dan apa adanya. Yang ada di masa depanku itu cuma kamu walaupun aku masih merabanya, tidak seperti masa depan mu. Mohon maaf ya jika selama ini aku mengganggumu. Sukses buat sidang skripsinya. Semoga apa yang kamu cita-citakan diwujudkan oleh Allah SWT. Amin. Lanjutkan perjuanganmu sayang.

Ciputat, Jum'at, 22 Juli 2011. Jam: 02.43 WIB

Galuh Anggara Putra

Jumat, 08 Juli 2011

Semalam aku bermimpi

Kamu di rumah ku, lebih tepatnya rumah kita

Kamu sedang menggendong anak laki-laki kita, umurnya tiga bulan

Dan aku pun tersenyum melihatnya

Selasa, 28 Juni 2011

Atas Izin Tuhan

Tuhan telah mengizinkan kita menjalin cinta, mempertemukan kita dalam asmara

Cocok atau tidak, baik atau tidak, jodoh atau tidak

Itu tergantung dari upaya dan usaha kita untuk membuat romantisme kita cocok, baik dan berjodoh

Dalam Hati

Hati tempat mu sembunyi selama ini

Menapak kesana-sini tanpa henti, sudah di akhir batas mendaki

Bukan lelah sudah ku temukan abadi

Kamu Yang Ku Rasa

Senyum mu menunjuk arah hari melangkah

Tawa mu menggelitik mata sampai 18 jam ke depan

Genggam mu merapatkan hati

Ceria mu menyalakan birahi hidup

Benci mu memacu pelukan

Amarah mu indah melengkapi

Laju arah pikir mu ciptakan pelangi

Takut dan khawatir mu merayu gendongan